20/07/2026

Lewat Skema “GIGA ONE”, PLN Gulirkan Megaproyek PLTS Mentari Nusantara-I 1 GW di Tujuh Wilayah

Sebanyak 19 kuota proyek PLTS dan PLTS+BESS dengan total kapasitas tender 1.165 MW ditawarkan kepada pengembang swasta, dari Sumatera hingga Papua, sebagai pijakan awal menuju target 100 GW energi surya nasional.
Materi konsultasi pasar (market consultation) proyek GIGA ONE – PLTS Mentari Nusantara-I (1 GW). (Sumber: Dokumen Market Consultation PT PLN (Persero) & Danantara Indonesia)

JAKARTA — Senin, 20 Juli 2026 PT PLN (Persero) bersama Danantara Indonesia menggelar konsultasi pasar (market consultation) untuk megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mentari Nusantara-I berkapasitas sekitar 1 gigawatt (GW). Proyek ini digulirkan melalui skema pengadaan terintegrasi bertajuk GIGA ONE — singkatan dari Green Integrated Gigawatt Acceleration, One PLN, One Mission — yang menjadi model baru pengadaan pembangkit energi terbarukan skala besar di Indonesia.

Berdasarkan dokumen konsultasi pasar yang dipaparkan PLN, PLTS Mentari Nusantara-I merupakan bagian dari Program Percepatan Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui pendekatan bundling procurement, yakni menggabungkan banyak proyek dalam satu paket pengadaan dengan mempertimbangkan kesiapan dan kebutuhan sistem kelistrikan. Program ini dirancang berkelanjutan mengikuti target Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

 

Tersebar dari Sumatera hingga Papua
Total kapasitas yang ditenderkan mencapai 1.165 megawatt (MW), terbagi dalam 19 kuota RUPTL berupa proyek PLTS murni maupun PLTS yang dipadukan dengan sistem penyimpanan energi baterai (Battery Energy Storage System/BESS). Pulau Jawa mendapat porsi terbesar dengan 550 MW, disusul Kalimantan 340 MW, Maluku-Papua 120 MW, Nusa Tenggara Barat 80 MW, Sulawesi 50 MW, dan Sumatera 25 MW. Dari sisi interkoneksi, sebanyak 1.035 MW akan tersambung ke sistem 150 kV dan 130 MW ke sistem 20 kV.

Kuota terbesar berada di paket Kalseltengtimra-2 sebesar 240 MW (2×120 MW) yang mencakup titik interkoneksi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur — termasuk GIS-4 di Ibu Kota Nusantara (IKN). Paket besar lain di antaranya Jabar-IV dan Jatim-IIAB masing-masing 100 MW, Kalbar-1 100 MW, serta Jateng-IIIC 90 MW. Di kawasan timur, kuota tersebar antara lain di Ambon (30 MW), Jayapura (50 MW), Timika (20 MW), Biak dan Merauke (masing-masing 10 MW).

 

Peta sebaran kuota kapasitas PLTS Mentari Nusantara-I di tujuh wilayah dengan total 1.165 MW.
Peta sebaran kuota kapasitas PLTS Mentari Nusantara-I di tujuh wilayah dengan total 1.165 MW.

 

Pemilihan Langsung, Kontrak hingga 25 Tahun

Pengadaan proyek dilakukan melalui mekanisme Pemilihan Langsung berbasis Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) IPP PLTS, dengan opsi keikutsertaan subholding PLN (SH-PLN) maksimal 30 persen. Skema proyek yang ditawarkan adalah Build-Own-Operate (BOO) atau Build-Own-Operate-Transfer (BOOT), dengan durasi Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) selama 20 atau 25 tahun. Dalam dokumen konsultasi pasar, target operasi komersial (COD) dipatok pada 2028.

Lingkup pekerjaan pengembang mencakup pembangunan PLTS beserta BESS (bila digunakan), switchyard 150 kV atau switchgear 20 kV, serta fasilitas khusus berupa jaringan interkoneksi dan ekstensi peralatan pada titik interkoneksi.

Dari sisi mekanisme lelang, satu dokumen Request for Proposal (RFP) akan mencakup seluruh proyek sekaligus, dengan metode pemasukan penawaran satu tahap dua sampul dan satu tanggal penyampaian untuk semua proyek. Peserta boleh menawar lebih dari satu proyek, dengan syarat finansial berupa kekayaan bersih (net worth) minimal 20 persen dari biaya proyek yang berlaku akumulatif, serta kriteria teknis pengalaman minimal 10 persen dari kapasitas proyek yang ditawarkan. Sampul pertama dievaluasi dengan metode lulus/gugur (pass/fail), dan hanya peserta yang lolos yang sampul keduanya dibuka. Pemenang lelang — bersama subholding PLN bila ikut berpartisipasi — akan membentuk perusahaan proyek (SPC) untuk setiap proyek, yang masing-masing menandatangani Perjanjian Jual Beli Listrik dengan PLN.

 

Pijakan Awal Menuju 100 GW PLTS
Konsultasi pasar ini berujung pada peluncuran resmi tender. PLN mengumumkan proses tender PLTS Mentari Nusantara I resmi dimulai pada 30 April 2026, dengan total kapasitas yang dimutakhirkan menjadi 1.225 MW dan seluruh proyek ditargetkan beroperasi komersial pada 2029. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut GIGA ONE sebagai terobosan model pengadaan pembangkit EBT skala besar yang mendorong skala keekonomian lebih optimal sekaligus memberi kepastian lebih terukur bagi investor.

 

Adapun Direktur Manajemen Proyek dan EBT PLN Suroso Isnandar menegaskan proyek ini merupakan program unggulan (flagship) yang menjadi penggerak awal target pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membangun PLTS berkapasitas 100 GW. Selain menambah kapasitas energi bersih, program ini juga diarahkan untuk mengerek tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan memperkuat industri manufaktur energi nasional, sejalan dengan target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat.
Kalangan produsen listrik swasta menyambut positif lelang jumbo ini dan berharap pengadaannya berjalan transparan, kompetitif, dan bankable sehingga menarik partisipasi pengembang nasional maupun internasional.

 


Sumber Berita

  1. Dokumen “Market Consultation GIGA ONE (Green Integrated Gigawatt Acceleration – One PLN, One Mission) – PLTS Mentari Nusantara-I (1 GW)”, PT PLN (Persero) & Danantara Indonesia (sumber utama data proyek, kuota, dan mekanisme pengadaan; termasuk foto/gambar dalam artikel ini).
  2. Siaran Pers PLN No. 087.PR/STH.01.05/V/2026 (1 Mei 2026) — “PLN Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara I 1,225 Gigawatt melalui Strategi Pengadaan Terintegrasi GIGA ONE”: web.pln.co.id
  3. Bisnis.com (2 Mei 2026) — “PLN Tender Proyek PLTS Mentari Nusantara 1,22 GW, Beroperasi 2029”: hijau.bisnis.com
  4. Kontan.co.id (3 Mei 2026) — “Proyek PLTS 1,225 GW PLN Dimulai, Ini Tantangan di Skema Giga One”: industri.kontan.co.id
  5. Investortrust.id (2 Mei 2026) — “Percepat Target NZE, PLN Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara 1,225 GW”: investortrust.id

Bagikan

Scroll to Top